Paket Lengkap Festival Desa Dermaji

blogger banyumas di festival dermaji gumregah

Selama kepemimpinan Bayu Setyo Nugroho, S.Sos, M.Si. Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Banyumas, selalu bergerak membawa perubahan. Mulai dari pembangunan fisik jalan-jalan yang menghubungkan antar gerumbul desa yang letaknya berjauhan, penyaluran air bersih swadaya untuk warga, hingga perubahan dalam budaya dan teknologi berupa Museum Desa Naladipa dan website desa http://dermaji.desa.id .

Kesemua perubahan itu mempunyai satu ciri, yaitu selalu melibatkan warga yang sejak semula memiliki budaya guyub rukun bergotong-royong.

Guyub rukun bergotong-royong itulah yang kemudian berhasil membawa Dermaji menyelenggarakan sebuah festival yang lengkap dan meriah.

Festival Desa Dermaji diselenggarakan hari Sabtu – Minggu 20-21 Agustus 2016. Selama dua hari, pengunjung disuguhi dengan paket lengkap berupa pameran produk Dermaji, seminar, workshop, wayang kulit, festival Dongeng, festival Tumpeng, festival kambing. Kemudian ditutup dengan megah oleh pagelaran tari massal.

Tidak mengherankan jika semarak Festival Desa Dermaji mengundang banyak tamu. Festival ini kemudian dihadiri oleh desa-desa lain dari Banyumas, Ciamis, Tasikmalaya, hingga Baduy Luar dari Desa Kanekes, Banten. Datang juga tamu dari Kementrian Pemberdayaan Masyarakat dan Kesenian, dan Kemkominfo. Sedangkan Festival Dongeng didukung oleh Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, dari Jakarta.

Dibuka Sabtu pagi oleh Bupati Banyumas, kemudian pengunjung disuguhi oleh tari pembuka dan penyambutan. Sembari menunggu jam istirahat siang, pengunjung dipersiapkan untuk menyaksikan pameran produk Dermaji.

Seusai istirahat siang, dilaksanakan seminar Desa dan Budaya bersama anggota DPR-RI, Budiman Sudjatmiko dan Budayawan Ahmad Tohari. Pada waktu yang sama, di tempat yang berbeda, diadakan workshop mendongeng untuk guru-guru PAUD dan TK. Gelaran wayang kulit sebagai penutup hari pertama Festival Desa Dermaji.

Pagi hari kedua Festival Desa Dermaji dimeriahkan oleh gelak tawa anak-anak yang mengikuti Festival Dongeng. Dibimbing oleh 5 orang pendongeng profesional dari Ayo Dongeng Indonesia, anak-anak, ibu-ibu dan guru-guru PAUD / TK diajak untuk bernyanyi dan menari di dunia dongeng yang ceria.

Bersamaan dengan Festival Dongeng juga ada festival tumpeng dan festival kambing. Dermaji sendiri memiliki banyak kelompok ternak dengan ratusan kambing yang dibudidayakan.

Selesai semua itu, Festival Desa Dermaji ditutup oleh gelaran tari massal siswa-siswi SD hingga SMA. Hanya berlatih beberapa hari sebelum festival, putra-putri Dermaji ini berhasil mempersembahkan tari kolosal yang rancak dan megah. Berhasil menyampaikan satu pesa, Dermaji Gumregah.

Arti gumregah adalah “semangat bangkit”. Sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Dermaji hingga saat ini. Meski berada jauh dari pusat kota Purwokerto, Dermaji tidak pernah surut untuk bangkit dan mengabarkan desanya pada dunia.

Festival Desa Dermaji kali inipun, menurut Lurah Bayu Setyo Nugroho, merupakan titik tolak semangat kebangkitan produk desa Dermaji yang siap dipasarkan secara nasional melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Untuk awalan, produk desa Dermaji dapat diakses di web dermaji.desa.id/shop” pungkas Bayu.

Incoming search terms:

dermaji,desa dermaji

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *