Panen Mapag Sri di Desa Wlahar Wetan

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

Komunitas Blogger Banyumas sebagai pendamping media Desa Wlahar Wetan, kecamatan Kalibagor, Banyumas, turut terlibat di acara “Panen Mapag SRI”.

 

Rangkaian acara dimulai hari Sabtu 2 April 2017. Malam minggu itu warga dan tamu-tamu undangan berkumpul di pendopo Embung Mini Wlahar Wetan. Menghadiri acara #JuguranArepPanen.

 

 

Juguran adalah kata Banyumasan yang berarti duduk berkumpul, bincang santai ditemani jajanan dan kopi. Maka, puluhan warga dan tamu undangan duduk dan ngobrol dengan asyik, ditemani seduhan kopi dari Komunitas Juguran Kopi. Tidak ketinggalan jajanan uwi-gembili hasil bumi dan alunan syahdu siter menemani acara di tengah areal persawahan itu.

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

Tamu-tamu petani-petani organik dari Madura – Jawa Timur hingga Lahat – Sumatera Selatan, juga kota-kota lain saling bergantian bertukar pengalaman dalam bertani secara organik.

Meski diguyur hujan deras, tidak menyurutkan hadirin yang tetap dengan antusias berdiskusi hingga larut malam.

Keesokan paginya, Senin 3 April 2017 puncak acaranya, Panen Mapag SRI.

 

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

Diawali dengan tarian panen padi, kemudian acara Panen Mapag SRI dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas, dengan pemanenan padi varietas Mentik Susu yang tanam dengan metode organik.

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

Usai keluar dari sawah, Wakil Bupati dan pejabat lainnya terlihat khusyuk mendangarkan paparan petani-petani organik Wlahar Wetan.

Mereka menerangkan bahwa padi kali ini bena-benar bebas dari bahan kimia. Mulai dari pupuk hingga anti hamanya semuanya berasal dari bahan organik yang banyak didapat dari desa.

Selesai paparan, selanjutnya adalah sarasehan. Petani diberi kesempatan untuk berdialog dengan Wakil Bupati dan Dekan serta dosen-dosen Fakultas Pertanian Unsoed.

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

Sebagi penutup, seluruh warga, Kepala dan Perangkat Desa Wlahar Wetan, Wakil Bupati dan kepala-kepala dinas, Dekan serta dosen-dosen Fakultas Pertanian Unsoed, serta tamu-tamu undangan yang hadir, dipersilakan untuk menikmati tumpeng nasi padi Mentik Susu organik hasil panenan Wlahar Wetan.

Metode pertanian SRI (System of Rice Intensification) dipilih oleh Desa Wlahar Wetan dengan tujuan mengembalikan kesuburan tanah akibat metode penanaman padi konvensional. Penumpukan pupuk dan obat-obatan bahan kimia berakibat penurunan panen dari tahun ke tahun. Ini merupakan masalah yang coba diatasi oleh Pemdes Wlahar Wetan mulai tahun ini.

Dodit Prasetya, Kepala Desa Wlahar Wetan, berharap petani mau untuk konsisten menerapkan pertanian organik, demi masa depan anak-cucunya sendiri.

panen padi organik wlahar wetan banyumas metode SRI

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *